Menikmati Keindahan Alam Pegunungan di Jawa Timur
February 13th, 2007
Bumi perkemahan Coban Talun, Batu, Jawa Timur. Sebuah kawasan wana wisata di lereng barat gunung Arjuna - Welirang dengan paduan panorama alam pegunungan dan pemandangan kota Batu serta air terjun yang menawan. Coban Talun dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi lebih kurang 30 menit dari kota Malang ke arah kota Batu. Dari alun-alun kota Batu kita bisa mengambil arah Selecta - Cangar. Atau jika kita dari Surabaya dapat langsung mengambil jalur Cangar melalui Trawas. Disarankan untuk tidak melalui jalur ini pada malam hari karena tidak terdapat lampu penerangan jalan serta kondisi jalan yang berliku-liku dengan turunan curam.
Â
Kawasan wana wisata Coban Talun dikelola oleh pemerintah kota Batu dan telah disediakan berbagai fasilitas umum yang berhubungan dengan kegiatan alam. Kamar mandi, WC, air bersih, persewaan tenda, kayu bakar, lampu minyak, generator, dan perlengkapan lain. Di wana wisata ini juga banyak terdapat warung makan yang berjejer rapi di pintu masuk bumi perkemahan, warung cinderamata dan oleh-oleh, tanaman hias, tanaman buah khas Batu seperti apel dan stroberi, serta sayuran. Coban Talun (Coban = Air terjun) sendiri dikelilingi oleh areal perkebunan apel rakyat dan merupakan sentra penghasil apel di kota Batu. Sedangkan lokasi perkemahan berada di sebuah tanah lapang di tengah hutan pinus. Lokasi ini sering digunakan untuk perkemahan, diklat, outware bound, baik oleh instansi pemerintahan, swasta, universitas, sekolah, maupun masyarakat umum.Jika kita memandang lepas ke arah timur akan tampak puncak gunung Arjuna dan Welirang yang selalu mengeluarkan asap solfatara. Sementara di sisi barat terbentang lembah, dimana terdapat sebuah sungai yang sangat jernih dan dingin. Sungai inilah yang menjadi sumber dari air terjun Coban Talun. Sementara jika kita memandang ke arah selatan pada malam hari tampak kerlap kerlip kota Batu yang sangat menawan. Dari puncak punggungan bukit kita dapat menikmati hamparan kebun apel dengan buahnya yang siap untuk dipetik. Excited!
Sesuai dengan tema acara, peserta yang sebagian besar berasal dari perwakilan komunitas weblog Yogyakarta, Surabaya, dan Malang harus menggunakan tenda dan matras sebagai alas tidur. Panitia telah menyediakan beberapa tenda dome dan satu tenda kompi selama kegiatan berlangsung. Adapun peserta dan panitia yang berpartisipasi dalam acara ini diantaranya Ableh, Koebiz, Doneeh, Killy, Lala, Dino, Thomas (mewakili komunitas Angkringan), Ameck, Dibbie, Uyet, Idon (kriwul), Alarix, Balung, Mirza, Funs (mewakili komunitas Cangkrukan selaku penyelenggara), Dian dan Patri (mewakili komunitas BlogMal), serta Agnis (mewakili komunitas sipil).
Di hari pertama peserta dijamu makan malam bersama panitia pada acara welcome party. Api unggun dinyalakan semalam suntuk untuk mengusir hawa dingin. Selain itu bara dari api unggun dimanfaatkan untuk membakar ubi merah khas Batu. Rasanya cukup manis dan legit. Ditambah aroma gula yang keluar dari ubi terbakar sehingga menambah cita rasa tersendiri.
Acara sarasehan dan tukar pengalaman diadakan pada hari kedua. Dalam acara ini baik peserta maupun panitia membaur saling berbagi pengalaman dan ilmu baik yang berhubungan dengan weblog, internet, atau hal-hal lain yang sifatnya produktif. Umpan pak Idon dari Cangkrukan untuk mengembangkan simbiosis antar komunitas disambut positif oleh Doneeh dari Angkringan. Dimana nantinya dari beberapa komunitas dapat berkolaborasi untuk saling mendukung dan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat baik untuk komunitas itu sendiri maupun untuk para anggota-anggotanya.
Pada hari ketiga hanya beberapa peserta yang tersisa. Dian dan Patri terpaksa kembali ke Malang karena tak kuasa menahan dinginnya udara di sana. Selain itu, Doneeh, Killy, Lala, Thomas, dan Dino juga harus meninggalkan perkemahan pada hari kedua. Praktis peserta yang tersisa hanya Koebiz dan Ableh, selebihnya adalah panitia merangkap peserta. Acara pada hari terakhir ini adalah jungle track menyusuri jalan setapak di sepanjang lembah untuk menuju air terjun. Perjalanan menuju ke sana sangat menyenangkan. Menyusuri jalan setapak, menyeruak di rimbunan semak, menyeberangi sungai, melintasi punggungan bukit, sampai menuruni lembah yang cukup curam. Pemandangan dari punggungan bukit cukup mempesona. Terlebih saat kita sampai di dasar air terjun, dimana air menghempas batu-batu besar dan menimbulkan butiran-butiran kecil air menyerupai kabut. Menyegarkan. Tak terasakan lelahnya perjalanan menuju ke sana. Pun pada saat kita menyentuh airnya. Jernih dan dingin. Sangat disayangkan, keindahan itu harus dicemari oleh limbah dan sampah. Banyak sekali plastik kemasan makanan, botol air mineral, dan kaleng minuman yang berserakan di sepanjang sungai dan kawasan air terjun meskipun telah disediakan tempat pembuangan sampah.



Kota Malang terletak di Propinsi Jawa Timur berjarak sekitar 90km arah selatan Kota Surabaya. Kota Malang merupakan daerah berdataran tinggi dengan ketinggian rata-rata kurang-lebih 440 m diatas permukaan laut, sehingga beriklim sejuk.
Kota Malang yang dikelilingi oleh beberapa Gunung (berapi) ini mempunyai pemandangan yang indah dan merupakan salah satu daerah tujuan wisata di Jawa Timur khususnya. Selain dari keindahan alamnya
Berikut ini ada beberapa catatan tentang wisata kuliner di
Selamat menikmati….
Warung Bu Haji AREMA Menu Jawa istilah AREMA, perempatan Kidul Dalem, pernah masuk wisata kuliner nya Pak Bondan Winarno....banyak yg beri rating 10/10 dari tabloid2 kuliner
Es Tawon : Es campur dengan gula asli yg menarik lebah2/tawon yg tidak diketahui asal muasalnya. Jadi kita minum es ditemani tawon2. Unik... di perempatan Kidul Dalem, Pasar Besar.
Warung Kopi dan Ketan Menu utama : ketan, bubuk kacang, gula jawa cair, kopi, teh, jahe. Lokasi : Pojokan perempatan Rampal - SKI, perempatan Kauman depan RSB Muhammadiyah, Talun Gang sebelah bilyard
Sego (nasi) Campur Buk Disebut Buk karena yang jualan Ibu2 yang dalam bahasa Arodam (Madura) dipanggil Buk. Menu utama : nasi sayur lodeh, paru goreng, jeroan, ayam, empal Lokasi : Sebelah Pom Bensin Brantas, Pertokoan Stasiun Kota, Kidul Dalem depan Saguanto, Pasar Kebalen dan di Pasar Besar
Sego Goreng dan Mie Jowo, Sego Resek (sampah) Menu Utama : nasi goreng putih / mawut, mie goreng / rebus. Lokasi : Pojokan perempatan Kasin sebelah bengkel Vespa, Pojokan perempatan Merapi - Buring (RRI Lama), Gang dekat perempatan Pattimura dan gedung WISH / BTC, Gang depan Soto Lonceng Wetan Pasar, Pak Wulan Klampok Kasri, Nasi Goreng Kambing Pedes dalam kampung Klampok Kasri
Martabak dan Terang Bulan Lokal Menu utama : martabak telor, terang bulan, tahu petis, menjes. Lokasi : Pasar Senggol, Kelud, Martabak Dinoyo depan Soto Kudus, Bang Sohel Tongan, Kairo pertigaan Kauman, Agung pertokoaan depan Mitra
Jajan Gorengan Disetiap pojok gang maupun di pasar2 dijumpai penjual gorengan. Menu utama : singkong, ketela,
Jajan Pasar (kuwe-kuwe basah) Disebut jajan pasar karena hampir tiap pasar ada penjual jajanan ini. Sangat khas Jawa yang full legit, kelapa parut, wangi pandan en manis gula jawa cair Menu Utama : putu, lopis, cenil, klepon, gatot, sawut, horok2 (jagung rebus), ketan Lokasi : Gang Depan Dunkin Donat Celaket, pasar pagi dan malam
Orem-orem Menu Utama : sayur tempe orem2 (sayur kunir), krupuk, lontong atau nasi. Lokasi : depan pasar Kebalen, rel kereta Boldi, Pertukangan depan Bioskop Jaya, adayang jualan didorong di daerah Dinoyo, Gajayana dan Veteran
Sego Campur Korak dan Nasi Bebek Dijuluki korak karena menunya sangat urakan dan murah harganya. Menu utama : sayur lodeh, bening, sop, kecambah, lauk
Dok-dok Makanan ala cina yang beredar dengan menu nyaris sama antara ratusan pedagang khas keliling sembari menabuh kentongan (dok dok). Menu utama : ala chinese food nasi goreng, mie rebus ato goreng, pu yung hai, cap jay, tami goreng, ayam mentega, nasi mawut, mihun dll. Lokasi : biasa bergerombol di depan Bank Bali jalan Semeru, gerbang UNMER, pertigaan jalan Jakarta - Ijen atau di setiap pelosok perumahan dan kost2an
Soto Dok Soto daging Lamongan, dijual dengan
Soto Babon Khas soto ayam betina gemuk Lokasi : Pasar besi tua Bentoel Lama.
Soto Ayam lamongan Oro2 Dowo dan di Tlogomas, Khas Jalan Lombok dan cabangnya di dekat STIA Tlogomas spesial pake koyah (bubuk kedele)
Soto Kambing (Ngelo) Khas soto daging dan jeroan kambing dengan koyah serta lontong banyak gajih (lemak). Lokasi : sekitar Kampus III Unmuh Tlogomas (Terminal Landungsari)
Soto Shampo Khas mirip Soto Lombok tapi lebih terasa bumbunya (spicy). Lokasi : perempatan Lapangan Shampo (Angkatan Laut dekat SMAN 5) dengan warung yantg sederhana (awas suka antri dan habis sebelum jam 11 malem).
Bakso Ciri khas Kota Malang, tahu, gorengan dan bakso yang besar2, bakso kasar, goreng, tahu, mie, jeroan sapi, mihun dll. Lokasi : Bantaran, Glintung, Kemirahan depan Gang, belakang Mitra II, pertigaan pasar Halmahera, Gajayana dll. plus rombong2 yang didorong di pemukiman
Sego Pecel Dalam berbagai versi Blitar, Madiun, Ponorogo ataupun lokalan. Dapat dijumpai di Jalan Gede (Dempo), Jalan Rajekwesi, Jalan Kawi dengan cabang di Letjen S. Parman dekat Wijaya Kusuma dan Dinoyo depan pasar, Jalan Bendungan Sutami depan Pom Bensin / Unmuh Kampus II, Pasar Mergan - pas buat sarapan !
Ronde minuman khas dengan kacang, jahe pedas dan sejenis klepon disajikan panas dan Angsle berisi roti tawar dengan kuah santan putih penuh bumbu. Lokasi : hampir di tiap perkampungan ada yang jualan saat malam hari
Tahu Petis dan Telor Tahu dipotong kecil (dicampur telor dadar), digoreng dan disajikan dengan petis legit, bumbu kacang, lontong, kecambah, atau nasi dan krupuk kecil2. Lokasi : sekitar SMAN 5 malam hari, perempatan Kasin depan Sego Resek dan gang sebelah Sinar Brawijaya (depan Kapal Teknik Unibraw)
Tahu Campur Walaupun disebut tahu tapi justru unsur tahunya sedikit, campurannya banyak : singkong, sayur slada, kecambah, tahu, suun, bumbu petis plus kuah dan daging sapi
Mie Pangsit Lokasi : Belakang SMA Dempo, Pujasera Pulosari, jalan naik Tanjung - Mergan, Isor Uwit depan Pasar Oro2 Dowo, Mie Gloria depan Plasa Malang, Mie Gajah Mada Pecinan sebelah Rahman Sports
ITB, STMJ Khas minuman serba panas susu, telor, madu, jahe ada yang tambah ginseng dan ramuan jamu plus telur ayam kampung 1/2 matang. Lokasi : Malam hari bertebaran di setiap sudut kota, Jalan Kawi, Bareng dekat Jalan Semangka, Jalan Surabaya, Pujasera Pulosari biasanya dilengkapi dengan Roti dan Jagung Bakar
Rujak Petis (Cingur) Lokasi : hampir tiap kampung ada, Jalan Amprong, Jalan Lawu (pindah Sawojajar) Tenes Stadion Rujak Manis dan Es Degan Stadion dan Primagama Jalan Semeru, Stasiun Kota, Warung Pojok depan BTC Pajajaran
Sego Trancam Nasi dengan lauk sayur lodeh tahu, urap2, lamtoro khas disebut seglo slametan atau sego kuburan (orang mati). Lokasi : di pasar2, Kasin sebelah Sego Resek (sampah)
Pecel Lele Warung Citra Kawi dan Soekarno Hatta, Kampung Klaseman (pagi), Depan Perbankan Unmer (malam) dan sejumlah tempat lain.
Sate Ayam ARODAM (Madura) hampir di setiap sudut kota tersedia
Tempe Penyet Kuburan Kasin, warung2 lain Tempe Sanan dan Kripik Tempe
Ayam Bakar Pak No Pom Bensin Kasin Sawahan dan sejumlah tempat lainnya
Ayam Goreng dan Fried Chicken Depan Perbankan Unmer, Jalan Galunggung depan Gading Pesantren dan di Pujasera2
Rawon Jahat Kawi Atas masuk Bareng, Nguling, Warung Perempatan Muharto
Bang Sohel Tongan Sate Gule dan Etas Mbik (sate kambing) diberbagai pelosok kota
Sea Food di tiap Pujasera, jomplangan Ciliwung
Pujasera DEMPO, Bondowoso, Pulosari, Soekarno Hatta, Kawi, Bengawan Solo (Sanan / Purwantoro jalan logam2)
Warung Aneka Menu Minggu di Stadion pake Moko (Mobil Toko)
Warung Top : Marhaen, Nyik Sun, Warung Lama H. Ridwan, Panglima Sudirman, Lesehan Stadion, Citra, Hok Lay, Toko Oen, Ayam Tenes, Ayam Pemuda, Ayam Prambanan, Ringin Asri
Masih ada beberapa tambahan neh:
Jika Anda berkesempatan berlibur di Malang ada beberapa restoran dan tempat bersantap yang patut dicoba,
01. Rumah Makan Inggil di Jl. Gajahmada, berciri khas etnik Jawa Timur didekor lengkap mirip galeri dengan koleksi benda kuno jaman kolonial yang bikin ngiler pengunjung. Masakan pilihan saya : Sambal Pencit yang cocok dengan Gurame Goreng atau Bakar. Momen terbaik jika Anda bersantap malam sebab suasana amat mendukung jika Anda ingin mengalami nuansa jaman kolonial dengan diiringi live music lagu-lagu tempo doeloe. Ditambah sentuhan pakaian daerah dari para pramusaji-nya yang ramah.
02. Toko Oen Restoran, restoran yang terletak dekat Alun-Alun Kota Malang ini didirikan tahun 1930. Dekor dan perangkat yang ditampilkan masih identik seperti saat itu. Masakan pilihan saya : Bistik Lidah Sapi dan Kopi Tubruk. Oh ya tempat terbaik adalah dari pintu utama Anda berjalan ke arah kanan, pilihlah meja dekat jendela. Anda akan merasakan semilir sejuk angin Malang. Momen terbaik buat saya adalah untuk makan siang dan menghabiskan waktu, dijamin kagak bakalan pramusaji akan bertanya-tanya mau pesan apa lagi ; sebab maklum restoran ini kerap dipergunakan sebagai titik temu para wisman yang berkunjung ke Malang. Jadi banyak wisman yang bisa duduk berjam-jam, termasuk saya pribadi. Karena Toko Buku Gramedia bersisian dengan restoran ini, Anda bisa beli buku di Gramedia dan membacanya disini ditemani Kopi Tubruk Anda ; sambil menunggu Isteri dan Anak-anak Anda berbelanja di pertokoan seputaran Alun-Alun.
03. Padi Resto & Galerry di Jl. Pahlawan Trip, resto yang merangkap galeri di sebuah rumah tahun 30′an bergaya art deco. Masakan pilihan saya : Blackpepper Steak dengan sajian Medium. Cocok untuk makan malam. Tempat terbaik jika Anda membutuhkan privacy pilihlah tempat di lantai atas.
04. Taman Indie Resto, di New Indie - Araya, tempat yang sangat cocok buat makan malam dan terletak di tepi sungai. Tempat terbaik buat saya di bawah dan menu istimewanya Ikan Patin Bakar atau Sup Buntut Sapi Goreng. Tempat yang mempesona dan amat khas. Plus romantis, terutama di malam hari.
05. Bakso Cak Man, pada pertokoan depan RS Lavallete. Nah jika yang ini agak berbeda sebab Anda akan diajak untuk berpetualang kuliner bakso Malang dari bakso bakar sampai bakso biasa. Yang menarik adalah konsep self service. Cocok buat di siang hari. Cuma gawatnya jika Anda datang kesiangan, jangan kecewa jika beberapa menu sudah habis keduluan pengunjung lain.
06. Pecel Glintung, di bilangan Jl. S.Parman ; nasi pecel terenak di Malang minimal menurut saya walau masih ada yang lain seperti Mbok Jo, Pecel Kawi dan seterusnya. Pecel Glintung terletak di pinggir jalan tapi terletak agak turun dari badan jalan. Bumbu dan menu pendamping seperti sate komoh, telur asin dan perkedel jagungnya membuat Anda kian seru menikmatinya. Semoga Anda sependapat dengan saya setelah mencobanya.
07. Depot 51, buat saya pribadi ini cwie mie (mie pangsit) terenak di Malang biar pun masih ada Mie Gang Jangkrik, Hot Cwie Mie dan lain-lain. Depot ini kecil nyelempit di bilangan Jl. S. Parman dekat lampu merah dan rada suah carinya sebab tidak pasang papan nama. Memang karena tempat agak sempit membuat orang kudu giliran buat memperoleh meja. Oh ya mohon jangan datang pada hari Selasa, sebab mereka libur tidak buka.
08. Tugu Restoran, Hotel Tugu Malang ; restoran yang ini memang kelas satu. Cocok buat makan pagi, siang atau malam. Menunya bervariasi dari Indonesia sampai Eropa. Anda bisa menikmati koleksi benda-benda kuno. Tempat yang patut Anda coba. Menu favorit disini ada Nasi dan Soto Kaki Kambing. Oh ya, Ice Lemon Tea-nya dengan aroma daun sereh perfect !
09. Ayam Goreng Bang Saleh, di bilangan Karangploso. Satu-satunya restoran yang menyajikan gratis nasi putih. Ayam Goreng dan Sambal Terong-nya enak banget. Karena lokasinya menuju Batu dari arah Karanglo ; mungkin sebaiknya Anda mampir untuk makan siang dulu di tempat ini ketimbang ketemu macet (jika Anda kurang beruntung) saat menuju Batu. Tempat yang menyenangkan.
10. Dim Sum, Hotel Gajahmada. Di Malang memang ada beberapa restoran menyajikan dim sum seperti KDS di Araya dan Restoran Gang Jangkrik S. Parman ; tapi entah bagaimana dim sum di Hotel Gajahmada ini terasa lebih enak dengan harga relatif terjangkau. Sebaiknya Anda dan Keluarga datang pagi hari sekitar pukul 07.30. Bukannya apa-apa sih kuatir gak kebagian meja jika hotel sedang banyak tamu, sebab area yang digunakan adalah untuk makan pagi tamu hotel juga.
11. Restoran Manado di Jl. Cipto Mangunkusumo.. Restoran ini dibuat dengan dekor khas Manado dengan meja-meja panjang dan lebar serta jejeran kursi-kursi. Tempat terbaik di dalam jika Anda mau bersantap malam. Tapi jika sekedar minum kopi dan menikmati penganan kecil khas Manado ; silahkan memilih meja di sisi kiri saat Anda masuk atau di bagian depan. Kelebihan restoran ini keramahan para pramusaji-nya. Kayak di Sonder, Minahasa
12. Nasi Buk, di bilangan Stasiun K.A. Malang. Ini nasi buk khas Madura paling enak di Malang. Memang tempatnya kecil dan harus desak-desakan tapi semua itu jadi sirna ketika kita menikmati kelezatannya. Jangan sungkan jika Anda tidak bisa bahasa Jawa Malangan ; tetap saja bicara bahasa Indonesia ; Anda pasti akan dilayani dengan baik. Cocok banget buat Anda makan pagi bersama Keluarga.
13. Nasi Rawon Nguling, Pecinan. Yang ini tidak boleh diabaikan. Jika Anda ke Malang belum makan nasi rawon rasanya belum beneran deh Anda ke Malang. Di tempat ini Anda akan disajikan super cepat banget. Cocok buat makan pagi. Disamping nasi rawon masih ada menu lainnya. Tempat terbaik bagi Anda dan Keluarga adalah di bagian belakang, lebih sejuk dan senyap serta lapang.
14. Soto Lombok, dekat RS RKZ. Ini juga khas Malang. Cuma Anda harus siap jika Anda tidak suka makan makanan yang dicampur. Karena nasi dan soto akan disajikan dalam satu mangkuk. Pilihlah menu soto komplit dan minumnya es teh manis. Cocok buat makan pagi.
15. Sop Buntut kuah merah, di Jl. Kawi sangat khas dan segar karena kuah sop yang disajikan dicampur dengan sari tomat sehingga warna merah kuah tadi berasal dari sari tomat.
Tentunya masih banyak tempat untuk berwisata kuliner di Kota Malang misal di Food Court Matos (Malang Town Square), Araya dan Mitra II dan Sekitarnya misal sepanjang jalan ke Batu. Tempat tempat inilah yang dapat dikomendasikan kepada Anda dan Keluarga. Nah selamat berwisata kuliner di Malang.
Oh ya jangan lupa jika Anda memesan teh di Jawa Timur, pasti yang disajikan adalah teh manis. Jadi Anda harus bilang minta teh tawar. Juga jika memesan menu misal Nasi Rawon, jika Anda tidak terbiasa dicampur, harap bilang dipisah yang artinya nasi akan disajikan terpisah dengan sayur rawon. Maklumlah ini memang sudah menjadi kebiasaan …
Mickey Mouse
From Wikipedia, the free encyclopedia
| Mickey Mouse | |
|---|---|
Mickey Mouse is a comic animal cartoon character who has become an icon for The Walt Disney Company. Mickey Mouse was created in 1928 by Walt Disney and Ub Iwerks[1] and voiced by Walt Disney. The Walt Disney Company celebrates his birth as November 18, 1928 upon the release of Steamboat Willie.[2] The anthropomorphic mouse has evolved from being simply a character in animated cartoons and comic strips to become one of the most recognizable symbols in the world. Mickey is currently the main character in the Disney Channel's Playhouse Disney series "Mickey Mouse Clubhouse." Mickey is the leader of the Mickey Mouse Club.
Mickey was created as a replacement for Oswald the Lucky Rabbit, an earlier cartoon character created by the Disney studio for Charles Mintz of Universal Studios.[3]
When Disney asked for a larger budget for his popular Oswald series, Mintz announced he had hired the bulk of Disney's staff, but that Disney could keep doing the Oswald series, as long as he agreed to a budget cut and went on the payroll. Mintz owned Oswald and thought he had Disney over a barrel. Angrily, Disney refused the deal and returned to produce the final Oswald cartoons he contractually owed Mintz. Disney was dismayed at the betrayal by his staff, but determined to restart from scratch. The new Disney Studio initially consisted of animator Ub Iwerks and a loyal apprentice artist, Les Clark. One lesson Disney learned from the experience was to thereafter always make sure that he owned all rights to the characters produced by his company.
In the spring of 1928, Disney asked Ub Iwerks to start drawing up new character ideas. Iwerks tried sketches of various animals, such as dogs and cats, but none of these appealed to Disney. A female cow and male horse were also rejected. They would later turn up as Clarabelle Cow and Horace Horsecollar. (A male frog, also rejected, would later show up in Iwerks own Flip the Frog series.)[4] Walt Disney got the inspiration for Mickey Mouse from his old pet mouse he used to have on his farm. In 1925, Hugh Harman drew some sketches of mice around a photograph of Walt Disney. These inspired Ub Iwerks to create a new mouse character for Disney.[5] "Mortimer Mouse" had been Disney's original name for the character before his wife, Lillian convinced him to change it, and ultimately Mickey Mouse came to be.[6][7] Actor Mickey Rooney has claimed that, during his Mickey McGuire days, he met cartoonist Walt Disney at the Warner Brothers studio, and that Disney was inspired to name Mickey Mouse after him.[8] Said Disney:
"We felt that the public, and especially the children, like animals that are cute and little. I think we are rather indebted to Charlie Chaplin for the idea. We wanted something appealing, and we thought of a tiny bit of a mouse that would have something of the wistfulness of Chaplin — a little fellow trying to do the best he could. When people laugh at Mickey Mouse, it's because he's so human; and that is the secret of his popularity. I only hope that we don't lose sight of one thing — that it was all started by a mouse


















